Senin, 18 November 2013

Tips Cara Bersyukur Atas Nikmat yang Alloh Berikan Kepada Kita

Tips Cara Bersyukur Atas Nikmat yang Alloh Berikan Kepada Kita – Dimulai dari kita bangun tidur, apa yang telah Alloh berikan kepada kita? Alhamdulilah Alloh menyediakan oksigen gratis kepada kita untuk bernafas. Saat mandi, alhamdulilah Alloh menyediakan air bersih untuk kita. Bisa diibaratkan bila pohon-pohon di dunia ini menjadi pensil dan air di samudra menjadi tintanya, maka tidak akan mampu menulis semua nikmat yang Alloh berikan. Lantas apa yang harus kita lakukan?

Tips Cara Bersyukur Atas Nikmat yang Alloh Berikan Kepada Kita

Tips Cara Bersyukur Atas Nikmat yang Alloh Berikan Kepada Kita Tips Cara Bersyukur Atas Nikmat yang Alloh Berikan Kepada Kita
Tak lain dan tak bukan dengan bersyukur. Sujud syukur setiap hari, melaksanakan segala perintah dan menjauhi semua laranganNYA. Saya ingin berbagi tips, cara mensyukuri nikmat Alloh, seperti di bawah ini :
  • Bersyukur dengan apa yang Alloh berikan.
  • Yakin bahwa Alloh tahu batas kemampuan kita menerima rizki, seandainya berlebihan mungkin kita akan terlalu takabur kepadanya.”
  • Selalu mensyukuri dengan usaha dan apa yang kita dapat itu yg terbaik buat kita.
  • Jangan pernah mengkufuri nikmat pemberian Alloh karena lain syakartum la azidannakum wala in kafartum inna adzabi lassyadid.
Mensyukuri Nikmat Alloh Tips Cara Bersyukur Atas Nikmat yang Alloh Berikan Kepada Kita
Oke ikhwan dan akhwat apa kita sudah mensyukuri apa yang terbaik buat kita atau yang sudah Alloh berikan kepada kita.

Jumat, 01 Maret 2013

Sekilas tentang Kudadepa

inilah kampung halaman saya. 
 Desa Kudadepa merupakan suatu bagian dari wilayah Kecamatan Sukahening. Jarak dari Kantor Desa ke ibu kota Kecamatan sekitar 5 KM. Sedangkan jarak ke Kota Tasikmalaya sekitar 22 KM atau sekitar 45 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor.


kaya gini sejarahnya.
Bercerita mengenai sejarah suatu daerah khususnya wilayah perkampungan Kudadepa yang sekarang menjadi wilayah Desa, memiliki sejarah tersendiri. Menurut Dudus, S.Ag atau yang memiliki julukan khas DeKa ChaN RiKsa, silsilah nama kudadepa ada kaitannya dengan kerajaan sumedang Larang. Data ini kami peroleh berdasarkan hasil wawancara. Dudus sendiri merupakan tokoh terkemuka di desa Kudadepa.
Konon, Sumedang larang yang letaknya di Gunung Tembong Agung didirikan pada jaman kekuasaan Prabu Tajimalela pada tahun 1340 Masehi. Sebelum Tajimalela meninggal dunia, kerajaan diteruskan oleh anak kandungnya yang bernama Prabu Atmabrata yang dikenal dengan sebutan Prabu Gajah Agung. Dimana pada tahun 1529 Masehi, waktu itu agama islam mulai menyebar ke negeri kerajaan Sumedanglarang, tokoh yang menyebarkan syiar islam tersebut Syekh Maulana Muhamad seorang putra dari Syekh Maulana Abdurrahman. Ketika itu diantaranya ada yang keturunan bangsawan serta yang pertama kali memeluk agama islam adalah Parung Gangsa anak kelima Prabu Gajah Agung.
Diantara keturunan Parung Gangsa, yaitu pangeran Angkawijaya yang lahir pada tanggal 19 Juli 1558 Masehi dan memiliki gelar Prabu Geusan Ulun Sumedanglarang pada tahun 1590 Masehi yang mewarisi tahta penerus kepemimpinan kerajaan Sumedanglarang pada masanya. Tercatat, peta wilayah kekuasaannya termasuk Sumedang, Garut, Tasikmalaya, dan Bandung.
Pada suatu hari Prabu Geusan Ulun mengutus dua orang pangeran untuk menentukan batas wilayah antara Tasikmalaya dan Garut. Dua Pangeran tersebut sangat patuh terhadap apa yang diperintahkan Prabu Geusan Ulun. Suatu hari, dua pangeran tersebut oleh Prabu Geusan ulun diberi kuda masing-masing satu ekor. Selama berminggu-minggu dua pangeran tersebut menelusuri jalan, turun naik gunung, dan melewati hutan belantara. Dalam perjalanannya, meskipun di hadapkan dengan hewan buas tidak membuat gentar si dua orang pangeran tersebut. Hingga pada akhirnya dua Pangeran tersebut sampai di tujuan dengan selamat.
Setibanya di tempat tujuan kedua pangheran tersebut mulai menentukan batas wilayahnya. Naiklah dua pangeran itu ke kudanya masing-masing mengejar arah timur. Terkadang di tengah perjalannnya keduanya beristirahat atau sindang (Bahasa Sunda) di suatu tempat perkampungan yang mana sekarang tempat persinggahan kedua pangeran tersebut di kenal menjadi kampung Panyindangan. Namun, etika kedua pangeran itu hendak meneruskan perjalanannya, salahsatu kudanya kelelahan hingga tidak dapat lagi ditungganginya. Karena waktu sudah mulai sore kedua pangeran mencari tempat peristirahatan. Dan si kuda yang kecapean ditinggalkan di bawah sebuah pohon besar. Dan perjalanan pun kembali dilanjutkan.
Pada suatu tempat kedua pangeran tersebut akhirnya menemukan sebuah rumah kecil yang kusam tidak terawat dan halamannya juga penuh dengan berbagai tanaman. Penghuni rumah tersebut adalah sepasang orangtua yang bernama Nini Anti dan suaminya Aki Ibah. Keduanya sangat baik menyambut kedua pangeran. Oleh karena kecilnya rumah tersebut, dengan terpaksa di buat rumah darurat disampingnya. Konon, bangunan tambahan tersebut kelak dikenal sebagai Balandongan. Hingga sekarang tempat peristirahatan kedua pangeran tersebut dikenal dengan kampung Balandongan, yang secara kewilayahan masuk ke Desa Sundakerta, tetangga terdekat Desa Kudadepa.
Dan ketika kedua pangeran tersebut berniat ingin kembali ke Karajaan Sumedang Larang, Nini Anti dan Aki Ibah mengantarkan kedua pangeran tersebut hanya sebatas sampai di mana tempat kuda kedua pangeran itu disimpan. Sesampainya ke tempat kudanya ditinggalkan, ternyata kuda tersebut dalam keadaan tengkurap atau Depa (Bahasa Sunda). Salahsatu pangeran menyarankan ke Nini Anti jeung Aki Ibah agar tempat tersebut diberi nama kampung Kudadepa atau lembur Kudadepa.
Hingga kini, Desa Kudadepa sudah memiliki 4 kadusunan/kapunduhan. Yakni dusun Kudadepa, Ciengang, Pamedusan dan Pangkalan. Dan sekarang dihuni oleh sekitar 3.273 Jiwa.

Sabtu, 16 Februari 2013

penyakit yang menimpa permpuan tak berjilbab

As-salámu ‘alaikum wa rahmatul láhi wa barakátuh!”

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Segala puji bagi Allah SWT pencipta langit dan bumi, pencipta cahaya dan kegelapan, yang mengumpulkan para makhluk di hari perhitungan, hari kemenangan bagi orang yang berbuat baik dan kesengsaraan bagi ahli maksiat. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah tiada sekutu baginya, dengan persaksian yang bisa membawa kepada kebahagiaan di hari kiamat. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam pemimpin para nabi dan rasul, keluarga dan para sahabatnya yang mulia. Amma ba’du,


Dalam Tema.." Penyakit Yang Menimpa Perempuan Tidak Berjilbab ...

Rasulullah bersabda, “Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lengkok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya (HR. Abu Daud) Rasulullah bersabda, “Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab) (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah)

Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasannya perempuan yang tidak berjilbab atau berpakaian tetapi ketat, atau transparan maka ia akan mengalami berbagai penyakit kanker ganas di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka, apa lagi gadis ataupun putri-putri yang mengenakan pakaian ketat-ketat. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas milanoma pada usia dini, dan semakin bertambah dan menyebar sampai di kaki. Dan sebab utama penyakit kanker ganas ini adalah pakaian ketat yang dikenakan oleh putri-putri di terik matahari, dalam waktu yang panjang setelah bertahun-tahun. dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki mereka dari kanker ganas. Dan sungguh Majalah kedokteran Inggris tersebut telah pun telah melakukan polling tentang penyakit milanoma ini, dan seolah keadaan mereka mirip dengan keadaan orang-orang pendurhaka (orang-orang kafir Arab) yang di da’wahi oleh Rasulullah. Tentang hal ini Allah berfirman: Dan ingatlah ketika mereka katakan: Ya Allah andai hal ini (Al-Qur’an) adalah benar dari sisimu maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih ( Q.S. Al-Anfaal:32)

Dan sungguh telah datang azab yang pedih ataupun yang lebih ringan dari hal itu, yaitu kanker ganas, dimana kanker itu adalah seganas-ganasnya kanker dari berbagai kanker. Dan penyakit ini merupakan akibat dari sengatan matahari yang mengandung ultraviolet dalam waktu yang panjang disekujur pakaian yang ketat, pakaian pantai (yang biasa dipakai orang-orang kafir ketika di pantai dan berjemur di sana) yang mereka kenakan. Dan penyakit ini terkadang mengenai seluruh tubuh dan dengan kadar yang berbeda-beda. Yang muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Dan terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan terkadang di daerah sekitar mata; kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, dan menetap di hati serta merusaknya.

Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya: tulang, dan bagian dalam dada dan perut karena adanya dua ginjal, sampai menyebabkan air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini. Dan terkadang juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama, sebagaimana obat luka sebagai kesempatan untuk sembuh untuk semua jenis kanker (selain kanker ganas ini), dimana obat-obatan ini belum bisa mengobati kanker ganas ini.

Dari sini, kita mengetahui hikmah yang agung anatomi tubuh manusia di dalam perspektif Islam tentang perempuan-perempuan yang melanggar batas-batas syari’at. yaitu bahwa model pakaian perempuan yang benar adalah yang menutupi seluruh tubuhnya, tidak ketat, tidak transparan, kecuali wajah dan telapak tangan. Dan sungguh semakin jelaslah bahwa pakaian yang sederhana dan sopan adalah upaya preventif yang paling bagus agar tidak terkena “adzab dunia” seperti penyakit tersebut di atas, apalagi adzab akhirat yang jauh lebih dahsyat dan pedih. Kemudian, apakah setelah adanya kesaksian dari ilmu pengetahuan kontemporer ini -padahal sudah ada penegasan hukum syari’at yang bijak sejak 14 abad silam- kita akan tetap tidak berpakaian yang baik (jilbab), bahkan malah tetap bertabarruj???